Buli-buli Lima Kaki

Nirwan Dewanto


Buli-buli Lima Kaki

Buli-buli Lima Kaki

  • Title: Buli-buli Lima Kaki
  • Author: Nirwan Dewanto
  • ISBN: 9789792264432
  • Page: 500
  • Format: Paperback



Melantun tentang binatang sampai nabi, tentang cinta segitiga sampai maut, tentang lanskap sampai gairah revolusi, dan seterusnya 55 puisi dalam buku ini tampil dengan aneka suara dan mata yang tak tersangka Tokomu menjual aneka taring yang tampaknya lebih manjur daripada taringku, namun kau tak mampu menjawab ketika seorang pelangganmu bertanya, Mana yang paling bMelantun tentang binatang sampai nabi, tentang cinta segitiga sampai maut, tentang lanskap sampai gairah revolusi, dan seterusnya 55 puisi dalam buku ini tampil dengan aneka suara dan mata yang tak tersangka Tokomu menjual aneka taring yang tampaknya lebih manjur daripada taringku, namun kau tak mampu menjawab ketika seorang pelangganmu bertanya, Mana yang paling baik untuk mematikan seekor kuda hitam Kobra, h 16 dan lihatlah, di jantung khazanah ini tegak menjulang sebentuk museum, tempat kita leluasa mengimpikan revolusi, ketika kita mulai hamil oleh para panglima yang ternyata telah membelenggu sang penggali teluk sejak kemarin atau bertahun tahun lalu Jangkar Perunggu, h 44 Mereka bertepuk tangan ketika terhunus pisau tiba tiba Dari balik lambungku, siap menyadap madu di lehermu Ternyata namaku kontrabas, dan aku jirih pada pujian Kuintet, h 137


Recent Comments "Buli-buli Lima Kaki"

Nirwan Dewanto memang orang sinting. Mentang-mentang dia sudah keliling benua, maka dia temberang dengan puisi-puisi beratnya. Karyanya yang ini saja sudah buat kulit dahi aku bergaris banyak. Kerut yang aku fikir aku semakin tua berfikir dan memerah daya fikir.Sekali? Mana cukup untuk memahami puisinya. Dua kali juga silap-silap buku menutup pandangan dan menenggelamkan sadar. Tiga kali, barangkali baru pada permulaan. Maunya begitu teliti seolah menggunakan kanta pembesar untuk melihat suatu y [...]

MELANTUN dengan pandangan telinga dan pendengaran mata yang mencengangkan. Permainan bahasanya kadang sederhana, tapi cara Nirwan merenung dan memotret sesuatu selalu saja membuat saya berdecak kagum. Dari akhir tahun 2010 sampai sekarang saya belum tuntas membacanya, kadang berhari-hari saya hanya terjebak dalam satu puisi. Membalik berhalam-halaman, eh tiba-tiba balik mundur lagi. Saya juga tidak terlalu mampu menangkap maksud puisi-puisi Nirwan. Saya bukan kritikus atau pakar sastr. Tapi enta [...]

Saya berat hati, sungguh, memberikan tiga bintang pada buku ini. Pun juga kalau memberi dua bintang, rasa-rasanya terlalu kejam begitu. Tidak ada setengah bintang sungguh membuat saya kali ini tersiksaDFGHJKL.Buli-buli Lima KakiSaya menyukai puisi, karena mereka membuat otak saya begitu penuh dan merasa tersesat, seolah-olah ada fragmen-fragmen yang harus dituntaskan demi mengeja kata per kata yang ditulis penyair. Pada kumpulan puisi Sapardi, Hujan Bulan Juni misalnya, puisi-puisi kamarnya memb [...]

ah, tuntas sudah kubacajelaga dan nelangsapada lelembar buku puisi-mu, Nirwannamamu serupa adnanhanya terpaut satuhuruf paling awal dari bacakanak-kanak waktu sekolahentah apa yang salahlantas peduli apa jikapuisimu, Nirwan, hanyabeberapa kupuja, tak salahmenang kata-kamu senjatadibalik rerimbun imajimuyang lapar, liar, kasar, melingkarkutuklah saja para pendustakatakanlah, misalnya, aku sukasemua puisimu tetapi segitacinta di balik gaun yang betinamasih kucoba singkapdi dalam hujan bulan Juniat [...]

yeh i get all the attempts at allusion, intertextuality, etc, but the overall effect is kentang because nd's too afraid his readers wouldnt get the allusions so he explains them all the time, instead of just say, translating them like pound. hes also too garing and too bourgeois, and has got nothing to say. the whole thing is just him showing off what obscure books by obscure latin american poets hes read. he shouldve just got himself a account!

MahaBenar majas dengan segala muslihatnya- Doa Musim GugurGilaaa ini kumpulan puisinya manteeeep.Om nirwan ini jago bikin puisi dari sudut pandang beda, menulis dengan kata yang tidak sederhana, iya diksinya ajaib deh.Yang kerennya adalah puisi tentang benda, hewan, atau tanaman yang dieksplor dengan gaya yg belum pernah saya lihat sebelumnya.Seolah dia bisa bicara dengan hal-hal yang mungkin kita kira mereka tiada pernah berkata.Saya belajar banyak dari buku ini.

Buku bagus yang saya baca berulang kali. Frasa menarik yang melantun tentang nabi, cinta segitiga, sampai binatang-binatang yang tak terduga."Aku bukan pecinta, tapi hanya pengiring kaum pecinta.Mereka kadang berteduh di pangkuanku, tapi lebih seringkulihat mereka dalam mimpi, seperti kali ini."halaman 124 puisi berjudul Pengiring.

maaf, saya kurangi bintangnya jadi tiga saja (dari yang semula lima). bagus sih cuma nggak ngeh. banyak yang tidak aku mengerti. bagi saya menulis puisi itu kan ga perlu pake idiomatik yang ndakik-ndakik dan bahasa yang aneh-aneh sampe nggak ada sama sekali orang waras yang paham. aku lebih suka yang sederhana namun maknanya bisa mudah dipahami dan nyampe.

The writer himself gave me this book as a cadeau. Well I love it. I love his style as a poet, which is different from any other poet I know. Please note, I say this not because the writer is my boss at the office, but well. I just love it.

mahabenar majas dengan segala muslihatnya. (h. 160)

lumayan, meski tetap banyak yang masih menebak-nebak maksudnyadan tetap beberapa kata untuk 17th ke atas

Layak menang KLA, aku suka diksinya yang kaya. Menarik. Wajib baca buat belajar menulis puisi. Deskripsinya penuh makna

kebanyakan sih sayah ga ngerti puisi-puisinya, beraattss :Dtapi beberapa ada yang bagus, keren bahasanya :)

Bahkan Coca-cola menjadi objek yang menarik untuk ditransformasikan dalam bentuk puisi.


  • Best Read [Nirwan Dewanto] ☆ Buli-buli Lima Kaki || [Mystery Book] PDF ↠
    500 Nirwan Dewanto
  • thumbnail Title: Best Read [Nirwan Dewanto] ☆ Buli-buli Lima Kaki || [Mystery Book] PDF ↠
    Posted by:Nirwan Dewanto
    Published :2018-08-04T02:34:32+00:00