Lukamata

None
Lukamata None

  • Title: Lukamata
  • Author: Hasan Aspahani
  • ISBN: null
  • Page: 228
  • Format: Paperback
    • [PDF] Download ☆ Lukamata | by ✓ Hasan Aspahani
      228 Hasan Aspahani
    • thumbnail Title: [PDF] Download ☆ Lukamata | by ✓ Hasan Aspahani
      Posted by:Hasan Aspahani
      Published :2018-04-25T03:01:43+00:00

    About the Author

    Hasan Aspahani

    Hasan Aspahani lahir di Sei Raden, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, 9 Maret 1971 Ia lahir pada sebuah keluarga sederhana petani kelapa.Saat bersekolah di SMAN 2 Balikpapan, ia nyambi jadi kartunis lepas di Surat Kabar Manuntung Sekarang Kaltim Post Lalu diundang lewat jalur PMDK di IPB, dan kuliah sambil diam diam terus mencintai puisi.Setelah berupaya memberdayakan ijazah sarjana di beberapa perusahaan, ia akhirnya kembali ke dunia tulis menulis Saat ini ia adalah Direktur Utama Batam Pos Di kota ini menjalani hidup bersama Dhiana yang disapanya Na dan Shiela dan Ikra yang memanggilnya Abah.Beberapa puisinya pernah terbit di Jawa Pos Surabaya , Riau Pos Pekanbaru , Batam Pos Batam , Sagang 2000 Yayasan Sagang, Pekanbaru, 200 Antologi Puisi Digital Cyberpuitika YMS, Jakarta 2002 , dan Dian Sastro for President 2 Reloaded AKY, Yogyakarta, 2003 Puisi Huruf huruf Hattaterpilih sebagai salah satu dari 10 puisi terbaik lomba puisi 100 Tahun Bung Hatta KPSP, Padang, 2002 , dan Les Cyberletress YMS, 2005 Hasan Aspahani juga menjadi kartunis post metro yakni sebuah kartun strip komik dengan tokoh utama si Jeko tukang ojek dengan kelucuannya.

    822 Comment

    • Langit Amaravati said:
      Jul 16, 2018 - 03:01 AM

      "Bila lelaku filsafat berhasrat hendak berlabuh pada sebuah totalitas kebenaran, puisi justru tekun menggali lubang-lubang kemungkinan."(Damhuri Muhammad)Yang saya kagumi dari sajak-sajak Hasan Aspahani adalah kepekaannya menggubah tema-tema sederhana menjadi sajak yang luar biasa. Pun, dari kedua buku sajak Aspahani yang telah saya baca (Telimpuh dan Luka Mata) serta sajak-sajak di blog-nya, saya menemukan sajak yang tak lagi ke-aku-an. Si aku lebih banyak membidik fenomena-fenomena di sekitar, [...]

    • lara_nur said:
      Jul 16, 2018 - 03:01 AM

      Buku ini sebenarnya lara dapat gratis dari abang Hasan sendiri. Keberhasilan dari kerja rahsia, (berkaitan puisi sudah pasti) lalu diberinya lara buku ini. Himpunan puisi yang kebanyakan pernah lara baca di Sejuta Puisi. Tapi hey, ini Hasan Aspahani! Membaca di blog tentulah tak sama dengan membaca di lembar kertas yang jika mau, boleh lara peluk ciumnya. Satu benda yang pasti lara tak akan pernah jemu membacanya. Puisinya magis. Kata2 mantera yang bisa buat lara sasau, nangis dan ketawa sendiri [...]

    • Felly Sophia said:
      Jul 16, 2018 - 03:01 AM

      Antara buku puisi kegemaran saya tahun ini. Kata-katanya membuat saya merenung kembali kenapa harus menulis dan bagaimana ingin menulis sebagus ini. Lukamata harus dimiliki oleh sesiapapun yang mencintai puisi.

    • Pringadi Abdi said:
      Jul 16, 2018 - 03:01 AM

      Di buku ini Om hasan menegaskan kembali ia tak pernah betah di sebuah pulau, ia diam sebentar lalu berenang ke pulau lain.Aku pikir, dari segala puisinya yang aku suka, puisi-puisi di luka mata yang membuatku tidak terlalu suka. Kadang-kadang pecicilan itu berbahaya.

    • M Dhuha said:
      Jul 16, 2018 - 03:01 AM

      Bahasanya terlalu berat buat aku. Akan dibaca kembali nanti.

    • Wirotomo Nofamilyname said:
      Jul 16, 2018 - 03:01 AM

      Buku ke-16 yang dibaca pada tahun 2015.

    Leave a Reply