Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan

Agustinus Wibowo


Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan

Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan

  • Title: Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan
  • Author: Agustinus Wibowo
  • ISBN: 9789792292718
  • Page: 344
  • Format: Paperback



Perjalananku bukan perjalananmuPerjalananku adalah perjalananmuJauh Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol Para pengelana lautan mengarungi samudra luas Para pendaki menyabung nyawa menaklukkan puncak.Juga terpukau pesona kata jauh , si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalanan akbaPerjalananku bukan perjalananmuPerjalananku adalah perjalananmuJauh Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol Para pengelana lautan mengarungi samudra luas Para pendaki menyabung nyawa menaklukkan puncak.Juga terpukau pesona kata jauh , si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalanan akbar keliling dunia Menyelundup ke tanah terlarang di Himalaya, mendiami Kashmir yang misterius, hingga menjadi saksi kemelut perang dan pembantaian Dimulai dari sebuah mimpi, ini adalah perjuangan untuk mencari sebuah makna.Hingga akhirnya setelah mengelana begitu jauh, si musafir pulang, bersujud di samping ranjang ibunya Dan justru dari ibunya yang tidak pernah ke mana mana itulah, dia menemukan satu demi satu makna perjalanan yang selama ini terabaikan Agustinus telah menarik cakrawala yang jauh pada penulisan perjalanan travel writing di Indonesia Penulisan yang dalam, pengalaman yang luar biasa, membuat tulisan ini seperti buku kehidupan Titik Nol merupakan cara bertutur yang benar benar baru dalam travel writing di negeri ini Qaris Tajudin, editor Tempo dan penulis novel.


Recent Comments "Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan"

perjalananku bukan perjalananmu perjalananku adalah perjalananmuMendapati tulisan ini di sampul depan buku Titik Nol membuat saya penasaran. Apakah maksud tulisan Agustinus Wibowo di buku terbarunya ini. Lekas-lekas saya buka dan mulai membacanya. Betapa kagetnya saya ketika membaca kisah perjalanan ini tidak dimulai di negara tempatnya bertualang. Melainkan dibuka dengan kepulangannya ke tanah air, Indonesia, demi seorang Mama. Saya tidak menyangka Agustinus akan memasukkan kisah bundanya ke bu [...]

Bulan Februari, 8 tahun yang laluSaya sengaja mengambil cuti seminggu dari kantor, berencana membawa Mama saya ke Bali atau ke mana pun yang dia mau, siapa tahu kondisinya bisa membaik. Sejak menjalani operasi pengangkatan payudara akibat kanker yang dideritanya, Mama memang bilang dia mudah sesak napas. Tidak pakai mengeluh, karena Mama saya orang paling tabah sedunia. Tapi tetap saja saya tidak tega saat malam hari diam-diam masuk ke kamarnya dan melihat Mama tidur sambil duduk, karena kalau r [...]

Selimut debu adalah buku yang 'nyaris tak memberikan celah'. Garis Batas 'sedikit memberikan celah'. Titik Nol adalah buku yang terbuka. Membaca Titik Nol bukan hanya tentang mengenali dan menyelami berbagai makna dalam kehidupan dari sebuah perjalanan, namun juga mengenal pandangan dan isi hati sang penulis. Sempat beredar kabar akan terbit di tahun 2012, mundur menjadi awal Februari 2013, akhirnya benar-benar beredar di akhir Februari 2013. Saya termasuk yang menunggu.Cover birunya memperlihat [...]

Catatan perjalanannya tidak banyak menekankan pada petualangan pribadi atau beragam keberhasilan yang dicapainya, melainkan berisi orang-orang yang ditemuinya sepanjang perjalanannya. Tulisan-tulisannya lebih memberi penghormatan pada kenangan-kenangan tentang mereka yang telah menyentuh, memperkaya, mencerahkan hidupnya. Merekalah yang menjadi alasan kenapa Agustinus bisa lolos dari zona perang tanpa terluka sedikit pun, melewati wilayah-wilayah sulit dengan mudah, dan melakukan perjalanan panj [...]

Justru kita perlu bermimpi. Karena mimpi itu yang menentukan perjalanan. Mimpi itu yang mengubah manusia.Saya ingat ada pepatah yang mengatakan begini, kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan. Rasa rasanya pepatah tersebut bener banget deh Apalagi setelah membaca kisah Agustinus di buku ini.Berbeda dengan dua buku sebelumnya, Selimut debu dan Garis Batas, kali ini ada dua cerita yang secara bergantian diceritakan. Yang pertama adalah kisah ketika Agustinus menjelajahi beberapa nega [...]

Banyak kata dalam buku ini yang membuatku merenung, memikirkan apa arti perjalanan dan hidup. Kadang kupikir sudah tahu, tapi selalu bagus untuk kembali mengingat dan memikirkannya.Aku dibuat terharu dan terpikat. Dan ketika membaca ibunya meninggal karena kanker aku pun menarik napas dalam2, karena aku teringat sahabatku yang mungkin usianya tak lama lagi, juga karena kanker.Indah dan puitis, dan menggelisahkan sekaligus mencerahkan. Itulah ciri-ciri khas tulisan Agustinus yang sudah kutemui se [...]

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga.Sama sekali tidak terpikir untuk membaca buku ini dan bertahan menyelesaikannya. Perjalanan, yang bagi saya awalnya identik dengan kemewahan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang yang beruntung, ternyata dimentahkan oleh buku ini.Agustinus Wibowo membuktikan bahwa perjalanan bukanlah sekadar menjejakkan kakimu di bandara-bandara kelas dunia, destinasi wisata yang indah, mereguk adrenalin dengan olahraha ekstrem, menghabiskan siang dan malam dengan bersena [...]

Jauh adalah kata yang mengawali perjalananJauh menawarkan misteri KeterasinganJauh menebarkan aroma bahayaJauh Memproduksi desir petualangan menggodaJauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawabanJauh adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka tekiKata jauh itulah yang menyeret Agustinus Wibowo berpetualangan mencari makna hidup. Kata itu pula yang menguatkan hatinya untuk merangkul rangsel, lalu melayangkan kaki hingga melewati garis batas dunia. Kata itu pula yang menjadi pemicu Agustinus keci [...]

Menyakitkan~Untuk kisah perjalanannya, mempesona, seperti biasa. Situasi negara yang dibahas ada sedikit kemiripan pula dengan keadaan di sini akhir-akhir ini~Untuk kisah-kisah itu, nggak ada yang terasa terhubung langsung denganku. Habisnya, aku ga pernah bepergian ke mana-mana (^///^;)>Jadi hanya menikmati ceritanya, yang memang dikisahkan dengan penuh rasa dan warna.Untuk kisah lainnya Terhubung dan terasa menyakitkanItu juga yang menjadi ketakutan terbesarku dulu. Dan ketika ketakutan itu [...]

Setelah saya membaca buku ini saya jadi ingin membaca dua buku lainnya dari beliau : " Selimut Debu" dan " Garis Batas". Ah! Ada perasaan menyesal kenapa menunda-nunda buku ini.Buku ini tidak hanya berkisah perjalanan Agustinus Wibowo di negeri Tibet, Nepal, India, Pakistan, Kashmir dan Afganistan. Ia menuangkan perasaan hatinya tentang Ibunya yang kini menderita kanker. Foto-foto perjalanan Agustinus yang ia potret pun tertuang dalam buku ini. Tak diragukan lagi, hasilnya cantik dan rasanya kit [...]

Sungguh senang sudah menamatkan Titik Nol. Buku ini pertama mulai saya buka pada Agustus dan baru ditamatkan Desember 2013. Mengapa begitu lama untuk bacaan selezat ini? Saya selalu berlambat-lambat untuk membaca buku Agustinus Wibowo. Dua buku sebelumnya dari pengarang yang sama, Selimut Debu dan Garis Batas, juga baru habis saya baca dalam tempo lebih dari tiga bulan. Saya enggan berpisah cepat-cepat dengan kisah yang dituliskannya. Saya suka baca ulang bagian-bagian tertentu, sebelum melanjut [...]

di sini penulis berusaha tidak sekadar menjadi reporter.tulisannya diusahakan reflektifngkai yang dipilih adalah semacam rasa bersalah yang bercampur dengan rasa syukur yang berlimpah. apakah rasa bersalah meninggalkan ibu dan menghabiskan harta itu sepadan dengan kekayaan hidup berjalan mengelilingi bumi?di titik nol, titik tempat kita bisa mengatakan pergi dan sekaligus pulang, penulis memperlihatkan keduanya: risiko yang harus diambil untuk mendapatkan kekayaan pengalaman hidup. dan buku ini [...]

Seperti biasa, saya selalu menemukan banyak pelajaran dari buku-buku yang ditulis oleh Agustinus Wibowo. Dia berupaya mempopulerkan rasa percayanya bahwa perjalanan memang selalu memberi banyak pelajaran. Dalam kepercayaan yang telah ditumbuhkan semenjak saya kecil pun, selalu dibilang bahwa pengembaraan untuk menemukan diri sudah sangat dianjurkan.Apa yang dia tulis, sisi kemanusiaan di negeri-negeri yang biasanya diangkat untuk dijadikan headline news di koran-koran internasional, kini coba di [...]

Buku ini adalah buku pertama yang saya baca di 2017. Berawal dari persinggahan saya di Gramedia sepulang dinas di malam tahun baru. Mengobati kerinduan saya akan jiwa petualang yang tiba-tiba saja bercokol, buku ini seolah-olah menjadi lecutan luar biasa untuk menempuh negeri-negeri yang jauh. Agustinus Wibowo mampu membawa ruh perjalanannya dari Cina, Tibet, Nepal, India, Pakistan dan Afghanistan menjadi hidup. Benar-benar bernapas dalam setiap kalimatnya. Ini bukan hanya sebuah kisah nyata seb [...]

Baru membaca 40 an halaman dalam perjalanan ke kantor pagi tadi, dan terpesona. Gaya penulisannya sangat berbeda dengan 2 bukunya terdahulu, sangat hangat dan dekat.

MENJADI BIJAK LEWAT PERENUNGAN MAKNA PERJALANANJudul Buku : TITIK NOL, MAKNA SEBUAH PERJALANANJenis : Catatan PerjalananPenulis : Agustinus WibowoPenerbit : Gramedia Pustaka UtamaCetakan : Kedua, Maret 2013Tebal : xi + 552 halamanISBN : 978-979-22-9271-8Peresensi : Stebby Julionatan *)Apa makna perjalanan bagi Anda? Mengunjungi tempat-tempat baru? Pamer foto atau cerita kalau Anda sudah pernah kesana? Menambah koleksi stempel pada paspor? Atau sekedar rekreasi saja, memanjakan diri [...]

Saya percaya, hidup bergantung dari bagaimana cara kita memandangnya, menyikapinya. Hidup adalah cermin. Perjalanan adalah sudut pandang. Ribuan orang melakukan perjalanan, berkeliling dunia. Akan ada ribuan kisah. Ribuan makna perjalanan yang didapat. Jutaan kenangan. Tapi mungkin, sedikit pemahaman tentang sebuah perjalanan. Semuanya bisa jadi berbeda. Ratusan menuliskan kisahnya. Kadang sekadar “aku udah pernah ada di tempat ini”. Puluhan orang mengungkapkan arti perjalanannya, kadang sek [...]

Sebagai  penggemar Travel Book, saya menemukan cita rasa berbeda dari bagaimana Agustinus Wibowo mengisahkan perjalanannya di dalam buku ‘Titik Nol’ ini. Apa yang selama ini dielu-elukan dalam cerita bernama ‘traveling’ justru dikemas dari sisi yang tidak biasanya. Bukan lagi tentang pesona suatu lokasi wisata, kemegahan dan kecanggihan fasilitas bangsa, atau keseruan menelusuri tempat-tempat baru. Namun sebuah perjalanan berliku, menantang jiwa petualangan, dengan segala keterbatasan d [...]

'Perjalananku bukan perjalananmu, Perjalananku adalah perjalananmu’Setelah membaca buku ini, banyak hal yang aku dapatkan dan pikirkan mengenai perjalanan. Perjalanan dalam buku ini bukan hanya sebuah perjalanan semata yang dilalui oleh sang penulis tetapi dirinya yang berani menceritakan perjalanan kehidupanya. Pada saat memulai membaca buku ini, kita akan disuguhi sebuah komentar dari seorang partner yang dikenal penulis selama melakukan perjalanan. Dia menjelaskan nilai dari sebuah perjalan [...]

akhirnya setelah sekian lama mandeg membaca buku ini, saya bisa melanjutkannya lagi. dan menyelesaikannya hingga tamatmbaca titik nol bagi saya tak selezat membaca selimut debu maupun jejak langkah. kelihatan kan, dari lamanya rentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan membacanya? yah, ini hanya menyoal selera saja sih, bukan tentang kualitas. karena bagi saya, karya agustinus selalu dalam dan sarat makna. tentang kemanusiaan, ketidakmanusiaan manusia, kebahagiaan di tengah kesedihan, ket [...]

Dari sampulnya saja buku setebal 552 halaman ini sudah sangat menjanjikan ‘sesuatu’. Warna biru cerahnya menyiratkan kedamaian dan juga harapan. Titik Nol mengajak kita menyusuri perjalanan Agustinus Wibowo melihat dunia, perjalanan spiritualnya dan juga perjalanan hidup ibunya.Kisah dibuka dengan prolog pulangnya si musafir ke kampung halaman setelah sepuluh tahun ia tinggalkan. Ia pulang bersujud di samping ranjang ibunya yang terbaring sakit. Kepada ibunya ia ceritakan kisah perjalanan ya [...]

.Aku takut menetap, aku takut kepastian yang abadi. Di saat yang sama, aku pun takut akan ketidakpastian masa depan. Ketakutan-ketakutan berkontradiksi saling bertabrakan, membuatku semakin gamang akan tujuan, bertanya-tanya apa betul ini jalan.Semakin aku berjalan, perjalanan justru menghadapkan aku pada segala ketakutanku. Hidup ini memang tak pasti namun pasti. Segala gejolak pengembaraan dan perayaan itu tentu akan berakhir, beserta segenap keterikatan maupun kehampaannya. Sejauh apa pun ber [...]

Titik Nol adalah start dan finish. Seperti alur cerita dalam ini. Di tempat ia mengakhiri petualangannya, di tempat itulah ia memulai kisah perjalanannya. Dua cerita, cerita awal perjalanan dan cerita setelah perjalanan, ditulis berbarengan dengan tema yang berkaitan. Seakan-akan berusaha menyambungkan antara perjalanan hidup yang telah ia tempuh dengan kehidupan nyata yang ia hadapi setelahnya. Bagaimana mamanya berjuang keras dalam menaklukkan penyakitnya sebagaimana ia mencoba menaklukkan gun [...]

Harga : Rp. 98.000,-Kategori : Kisah Nyata, Nonfiksi, TravelingUkuran: 13.5 x 20 cmTebal: 568 halamanTerbit: Februari 2013Cover: SoftcoverISBN: 978-979-22-9271-8Perjalananku bukan perjalananmuPerjalananku adalah perjalananmuJauh. Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu? Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol. Para pengelana lautan mengarungi samudra luas. Para pendaki menyabung nyawa menaklukkan puncak.Juga terpukau pesona kata “jauh”, si musafir mence [...]

A long-list of my favourite quotes from Titik Nol:“Siapakah aku yang berani tak mengindahkan ajaran Nabi Konghucu: ‘Selagi ayahbundamu masih ada, jangan engkau pergi jauh.’”“Empat tahun aku kuliah, apa yang kudapat? Empat tahun penderitaan dan persaingan, apa hasilnya? Hanya selembar ijazah, hanya barisan angka. Apa artinya kertas-kertas ini? Ini bukan hidup yang sungguhan. Bukankah Papa sendiri yang bilang, jadi orang itu yang penting berguna bagi sesama? Aku mau menulis tentang kisah [...]

" Perjalanan adalah belajar melihat dunia luar, juga belajar untuk melihat ke dalam diri. Pulang memang adalah jalan yang harus dijalani semua pejalan. Dari Titik Nol kita berangkat, kepada Titik Nol kita kembali."Rangkaian kalimat Agustin Wibowo begitu puitis dan dramatis. Membuat saya tak bisa berhenti membaca buku ini, lembar demi lembar. Titik Nol bukan buku perjalanan biasa yang menceritakan secara ringkas bagaimana negara ini dan bagaimana negara itu. Bagaimaa kondisi di sini dan bagaimana [...]

Titik Nol adalah buku pertama Agustinus Wibowo yang pernah saya baca. Sangat menyenangkan membaca Titik Nol ini. Titik Nol ini tidak hanya bercerita mengenai kisah perjalanan saja. Namun, Agustinus dalam menceritakan kisah perjalanannya itu sering menyisipkan pemikiran-pemikiran hasil kontemplasinya dan juga orang-orang yang ditemui akan makna perjalanan yang dia lakukan atau fenomena-fenomena yang dilihat dan dialaminya atau tentang makna kehidupan itu sendiri.Ada beberapa gagasan pemikiran yan [...]

** Books 30 - 2015 **Buku ini untuk memenuhi tantanganNew Author Reading Challenge 2015, Yuk Baca Buku Non Fiksi 2015 dan National Readathon Day 2015 4,4 dari 5 bintang untuk buku iniHuwaaa! Buku ini kerenn bangeet! mata saya sampai tidak bisa lepas membacanya *telat kan ya saya membaca buku ini untung udah punya buku Selimut Debu kurang yang Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah Buku ini memuat perjalanan Mas Agustinus Wibowo mulai dari china hingga pergi ke Pakistan Sungguh sang [...]

Jadi, inilah klimaks dari catatan perjalanan yang disusun Agustinus Wibowo. Berbeda dengan dua buku sebelumnya, Selimut Debu dan Garis Batas, yang menyuguhkan gegap gempita sebuah perjalanan, Titik Nol lebih banyak berisi racauan Agustinus sebagai seorang pejalan yang telah lama pergi dari rumah.Racauan Agustinus ini adalah khas seorang pejalan yang mengalami titik nol. Betapa perjalanan dirinya untuk melebur ke dalam diri masyarakat yang baru dia temui, untuk kemudian dia lepas lagi di tempat y [...]

Jujur, pada awalnya saya tidak menaruh sedikitpun ekspektasi pada buku ini. Kalau bisa dibilang malah cenderung skeptis. Di pikiran saya pasti buku ini bakal serupa dengan buku-buku traveling yang lain, sekedar mengunjungi tempat yang baru lalu menceritakan hal-hal baru yang menarik di tempat tersebut, dsb dsb. Makanya ketika seorang teman merekomendasikan buku ini, saya cukup ragu sampai pada akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini karena merasa saya butuh bacaan 'ringan' untuk selingan (dui [...]


  • ✓ Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan || ☆ PDF Download by ë Agustinus Wibowo
    344 Agustinus Wibowo
  • thumbnail Title: ✓ Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan || ☆ PDF Download by ë Agustinus Wibowo
    Posted by:Agustinus Wibowo
    Published :2018-09-02T00:56:26+00:00