Malam Cahaya Lampion

Tubuh tak kekal Jiwa diterbangkan raga dimalam cahaya lampion di waktuTak terbaca telapak nasip Bait akhir dari puisi Malam Cahaya Lampion Kau yang menggenggam siang dan malamLupakan luka lalu yang memupus lidahkuDengarkan gugat gagukuBiar kuserahkan duka batu batu dalam sajakku Bait akhir dari puisi Duka Batu Batu Tan Lioe Ie mungkin bisa disebut sebagai penyair pertTubuh tak kekal Jiwa diterbangkan raga dimalam cahaya lampion di waktuTak terbaca telapak nasip Bait akhir dari puisi Malam Cahaya Lampion Kau yang menggenggam siang dan malamLupakan luka lalu yang memupus lidahkuDengarkan gugat gagukuBiar kuserahkan duka batu batu dalam sajakku Bait akhir dari puisi Duka Batu Batu Tan Lioe Ie mungkin bisa disebut sebagai penyair pertama di Indonesia yang serius melakukan explorasi atas ritual dan mitologi Tionghoa untuk puisi Ini dapat dibaca pada puisi puisinya dalam buku ini, antara lain Co Kong Tik dan Cing Bing Akan tetapi, nuansa etnik yang kental tak lantas membuat puisi puisi Tan Lioe Ie kehilangan daya pikatnya untuk khalayak yang lebih luas, karena bagaimanapun, puisi tetap saja perkasa melampaui batas batas.
Malam Cahaya Lampion Tubuh tak kekal Jiwa diterbangkan raga dimalam cahaya lampion di waktuTak terbaca telapak nasip Bait akhir dari puisi Malam Cahaya Lampion Kau yang menggenggam siang dan malamLupakan luka lalu yang me

  • Title: Malam Cahaya Lampion
  • Author: Tan Lioe Ie
  • ISBN: 9793062576
  • Page: 448
  • Format: Hardcover
    • ↠ Malam Cahaya Lampion || ✓ PDF Download by ☆ Tan Lioe Ie
      448 Tan Lioe Ie
    • thumbnail Title: ↠ Malam Cahaya Lampion || ✓ PDF Download by ☆ Tan Lioe Ie
      Posted by:Tan Lioe Ie
      Published :2018-06-24T18:27:51+00:00

    About the Author

    Tan Lioe Ie

    Tan Lioe Ie Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Malam Cahaya Lampion book, this is one of the most wanted Tan Lioe Ie author readers around the world.

    209 Comment

    • Roos said:
      Sep 20, 2018 - 18:27 PM

      Gara-gara baca buku, ada yang missing page dan ada yang hilang, akhirnya manuver ke buku-buku puisi.Dan kesimpulannya, untuk buku puisi yang satu ini adalah kecewa( ternyata baca buku kalo dah il fil, gak bagus juga ). Dari puisi-puisi di buku ini banyak istilah-istilah mitologi Tionghoa yang tidak kupahami, padahal ada footnote-nya yang menjelaskan artinya, tetap aja gak ngerti dan gak jadi bikin suka sama buku ini.Tapi ada satu yang lucu, dari penggalan puisi "Dewa Dapur Chao Kung" yaitu :Rasa [...]

    • Teguh said:
      Sep 20, 2018 - 18:27 PM

      Nakal dan kompleksngat-sangat tidak tanggung2 dalam mencurahkan imajinasi lewat tulisan. Mengangkat sisi gelap kehidupan manusia. I love it lah!

    • Stebby Julionatan said:
      Sep 20, 2018 - 18:27 PM

      paling suka sama puisi Bumi kita"Bumi kita. Bumi dengan lambung tertusuk tombak. Darah yang memancar menyirami benih cinta kita"

    Leave a Reply